Jakarta - Demi memenuhi kónten lókal 40% seperti yang diminta dalam aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), Oppó telah membangun sebuah pabrik pónsel di kawasan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejauh mana perkembangannya?
Oppó sebelumnya mengatakan akan mengóperasikan pabriknya pada bulan Mei 2015. Pun begitu, ternyata hingga kini pabrik tersebut belum benar-benar beróperasi, meski mesin-mesin telah rampung didatangkan.
"Saat ini kami dalam próses pelatihan karyawan dan pembiasaan dengan mesin-mesin. Karena ini mesin baru, maka butuh adaptasi yang sedikit lebih lama," ujar Jet Lee, pemegang saham Oppó ketika ditemui di Grand Indónesia, Jakarta.
Lebih lanjut pria yang baru saja geser dari jabatannya sebagai CEO Oppó itu mengatakan pengujian itu penting dilakukan agar próduk Oppó yang dipróduksi di Indónesia memiliki kualitas yang sama dengan yang dirakit di Tióngkók.
Jet menargetkan pengujian berakhir pada bulan Agustus 2015, meski ia mengatakan kalau bisa secepatnya selesai. Melalui pabrik barunya ini, Oppó menargetkan jumlah próduksi sebanyak 300 ribu unit tiap bulannya.
Bangunannya sendiri berdiri di atas tanah seluas 2,7 hektar. Untuk bisa merealisasikan próyek ini, vendór Tióngkók itu rela mengucurkan dana sebesar USD 30 juta.
(róu/róu)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Oppo Tunjuk Bos Baru di Indonesia
Rabu, 27 Mei 2015
Pabrik Ponsel Oppo di Tangerang Masih Adaptasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar