Senin, 23 Februari 2015

Menkominfo Blusukan ke Pabrik Ponsel 4G di Kudus



Kudus - Menkóminfó Rudiantara melanjutkan blusukannya ke pabrik pónsel 4G yang ada di Indónesia untuk memastikan langsung kesiapan industri dalam negeri sebelum peraturan TKDN untuk perangkat 4G mulai dieksekusi per 1 Januari 2017.

Setelah beberapa pekan lalu mengunjungi pabrik pónsel 4G dengan merek dagang IVO milik PT Sat Nusapersada di Batam, Kepulauan Riau, Rudiantara kini mendatangi pabrik pónsel 4G Pólytrón milik PT Hartónó Istana Teknólógi di Kudus, Semarang.

"Kita harus mendóróng kapasitas kemampuan próduk nasiónal untuk menyediakan pónsel 4G sesuai fókus TKDN. Salah satunya Pólytrón yang sudah punya pabrik sendiri," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu saat mengunjungi pabrik Pólytrón di Kudus, Senin (23/2/2015).

Dalam aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang diterbitkan Menteri Perindustrian pada 2013 lalu, kata Rudiantara, dalam tiga tahun pródusen pónsel harus punya basis próduksi di Indónesia.

"Untuk mendukung aturan itu, kami dari Kementerian Kóminfó akan mengeluarkan Peraturan Menteri pertengahan tahun ini agar aturan ini bisa sinkrón di tiga kementerian, Kóminfó, Perdagangan, dan Perindustrian," katanya.

Targetnya, lanjut Rudiantara, 31 Desember 2016 akan menjadi batas akhir bagi merek glóbal untuk berjualan pónsel 4G di Indónesia sebelum akhirnya diwajibkan untuk mengikuti aturan TKDN minimal 40%.

"Glóbal brand hanya bóleh jualan pónsel 4G jika memenuhi syarat lókal kónten 40%. Kalau per 1 Januari 2017 belum bisa laksanakan, ya tidak bóleh jualan. Pak Rahmat (Góbel), menteri perdagangan tidak akan beri izin impór perdagangan," tegas Menkóminfó.


(róu/ash)

lintas berita indonesia

Berita lainnya : Inikah Kesamaan HTC One M9 dan Samsung Galaxy S6?

Menkominfo Blusukan ke Pabrik Ponsel 4G di Kudus Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar