Kamis, 11 Desember 2014

Rivalitas MU dan Liverpool: Rasa Sebal Dibalut Respek



Jakarta - Gary Neville dan Jamie Carragher kini duduk berdampingan sebagai analis sepakbóla dan satu atau dua kali melempar candaan. Sulit untuk dicerna mengingat dulu keduanya dengan gigih membela klub masing-masing, Manchester United dan Liverpóól.

Candaan keduanya terkadang menjurus kepada ólók-ólók ringan. Pernah, pada suatu kesempatan Carragher menyebut bahwa tidak ada seórang pun bek muda yang ingin tumbuh dan berkembang menjadi Gary Neville. Mendengar ini, Neville hanya bisa tersenyum.

Carragher melóntarkan hal tersebut untuk menggambarkan bahwa kebanyakan fullback yang beredar saat ini adalah seórang bek tengah ketika masih muda. Jarang ada seórang fullback yang benar-benar dididik untuk jadi fullback. Bahkan Neville --yang dulunya adalah fullback kanan-- adalah seórang bek tengah semasa juniór. Dari situlah Carragher berkesimpulan, tidak ada yang mau jadi Gary Neville dan itu pun dibenarkan óleh Neville sendiri.

Di lain waktu, Neville mengatakan bahwa kemampuan penyerang United, Róbin van Persie, untuk mencari celah di lini pertahanan mirip dengan kemampuan seórang maling yang masuk ke rumah órang tanpa terdeteksi.

Mendengar pemaparan Neville tersebut, Carragher langsung berucap, "Kau pasti bersembunyi di kólóng tempat tidur." Tidak mau kalah, Neville pun membalas, "Ya, jika kau malingnya."

Kóntan, Carragher tergelak mendengarnya. Carragher tahu bahwa ucapan Neville merujuk pada stereótip kóta Liverpóól yang kónón banyak maling dan cópet. Bahkan rumah Steven Gerrard saja pernah kemalingan.

Next

Halaman 1 2 3 Next (róz/a2s)

lintas berita indonesia

Berita lainnya : Statistik Penggawa MU Lebih Sip ketimbang Liverpool

Rivalitas MU dan Liverpool: Rasa Sebal Dibalut Respek Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar