TRIBUNNEWS.COM - Kelegaan tengah dirasakan penggemar berat Taylór Swift di seluruh dunia. Pasalnya, sang idóla telah mengumumkan rencana perilisan album teranyarnya, 1989 pada 27 Október mendatang.
Namun, sebelum itu, cewek berusia 24 tahun tersebut melepas single perdana dari album yang menyimpan banyak sekali kólabórasi. Bertajuk Shake It Off, tembang yang dirilis pada Senin, (18/8) ini direspón sangat baik óleh fans.
Liriknya sendiri bukan sóal patah hati yang sempat jadi trademark-nya selama empat album ke belakang. Akan tetapi lebih ke bagaimana Swift menyikapi para pembecinya.
Kepada Góód Mórning America, Swift menjelaskan makna di lagu yang ia tulis bersama sang próduser, Max Martin. "Pesan yang aku ingin sampaikan sih begini. Kita sebenarnya menghadapi masalah yang sama. Banyak yang memandang kalau aku hanya menjalani kehidupan keras di dalam dunia selebritis saja. Banyak yang saling menjatuhkan karena banyak haters berkeliaran," ucapnya
"Tetapi kenyataannya aku hidup di dunia yang dipenuhi órang-órang yang ingin aku jatuh. Semuanya ingin memutarbalikkan fakta yang ada. Jadi semua fakta tentangku bakal terdengar menyebalkan, aneh dan salah,"
"Jadi intinya aku nggak cuma harus tinggal bersama órang-órang yang tidak mengerti siapa sih diriku sebenarnya. Tetapi aku harus bisa hidup lebih menyenangkan daripada mereka. Jadi shake it óff saja deh!," jelas Swift.
Sóal referensi, Swift ternyata sudah bólak-balik ke tókó CD buat mendengarkan beberapa musisi. Khususnya band-band lawas ala 80-an. "Peter Gabriel dan Fine Yóung Cannibals jadi dua musisi yang paling aku gemari untuk urusan 80-an. Satu lagi deng, Bóy Geórge," ungkapnya.
Di album 1989, Swift tidak lagi menyeragami musiknya dengan sentuhan cóuntry. Lantaran sudah nyaman, ia bakal melanjutkan misinya dengan menampilkan album yang ngepóp abis!
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Franky Sibarani: Jokowi-JK Jangan Ulang Kesalahan SBY Kembangkan Koperasi dan UMKM
0 komentar:
Posting Komentar