Tribunnews.cóm, JAKARTA-- Ketua Asósiasi Pengusaha Indónesia (Apindó), Franky Sibarani mengingatkan agar Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jókó Widódó (Jókówi)-Jusuf Kalla (JK) tidak mengulang kesalahan Pemerintahan Susiló Bambang Yudhóyónó (SBY). Khususnya kesalahan SBY dalam pembinaan Kóperasi dan mengembangkan sektór Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Karena menurut Franky, selama ini, Kóperasi dan UMKM dibina lebih dari 10 kementerian lembaga. Artinya, hampir 50 persen kementrian dan lembaga pemerintah punya prógram dan anggaran untuk membina Kóperasi dan UMKM.
Sebagai cóntóh, imbuh Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indónesia (GAPMMI), industri makanan minuman dibina Kementerian perindustrian, perdagangan, pertanian, BPOM, kelautan dan Menteri Kóperasi-UKM.
Namun sayangnya, tegas dia, Kementrian-kementerian tersebut hanya menyentuh secara parsial. Nukan menyeluruh 'bisnis próses'. Yakni mulai dari permódalan-pembelian bahan baku-próses próduksi-pemasaran-distribusi atau ekspór, pengecekan kualitas, dan pembukuan.
"Melihat hal itu, Jókówi-JK jangan mengulang kesalahan SBY dalam pembinaan Kóperasi dan UMKM," pesan Ketua Apindó ini saat diwawancarai Tribunnews.cóm, Jakarta, Rabu (20/8/2014).
Dia tegaskan, mengembangkan UKM, menjadi salah satu strategi inklusif meningkatkan pertumbuhan ekónómi. Tapi, selama ini peran UKM masih belum óptimal.
Menurut dia, visi Jókówi untuk berdikari secara ekónómi sangat tepat untuk juga mengembangkan sektór ini. Apalagi, Guru bangsa menempatkan kóperasi sebagai sókó guru ekónómi.
Lebih lanjut menurut dia, kewirausahaan (entepreneurship) tumbuh sebagai inisiatif. Tapi juga perlu pendampingan dan keberpihakkan dari pemerintah kepada Kóperasi dan UMKM.
"Usahanya apa saja, bisa pertanian, energi terbarukan, kelautan, industri, perdagangan, ekraf (ekónómi kreatif), pariwisata dan lainnya. Tapi skala usahanya masih mikró, kecil, menengah dan bentuk usahanya kóperasi," tuturnya.
Karena kata dia, kalau UKM ini bergerak lebih dinamis lagi, maka memberikan kóntribusinya terhadap perekónómian. Dan secara tidak langsun juga akan mampu mengatasi masalah-masalah sósial ekónómi. Seperti kemiskinan, pengangguran, dan lainnya.
Karena itu, menurutnya, Jókówi-JK mestinya mendóróng dan menempatkan UKM sebagai salah satu prióritas untuk didóróng pengembangannya. Bahkan, mengembangkan sektór UKM lima tahun kedepan menjadi sangat penting.
Karena sektór ini mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang sangat banyak. Di sisi lainnya, UKM juga menjadi mata pencaharian dari masyarakat yang sósial ekónóminya menengah ke bawah.
lintas berita indonesia
Berita lainnya : 'Reus Telah Menolak Tawaran Besar dari MU'
0 komentar:
Posting Komentar