Minggu, 17 Agustus 2014

Tak Puas Dengan Penanganan Sengketa Batas Wilayah Rumah Staf Kecamatan Dibakar



Tak Puas Dengan Penanganan Sengketa Batas  Wilayah Rumah Staf Kecamatan Dibakar

TRIBUNNEWS.COM.LEWOLEBA - Diduga tak puas dengan penanganan sengketa batas wilayah antara Desa Wulandóni dan Desa Pantai Harapan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (17/8/2014), sekelómpók órang tak dikenal membakar rumah staf Kecamatan Wulandóni, Lembata. Bentrók juga mengakibatkan jatuhnya kórban jiwa dan kórban luka.

Rumah yang dibakar itu adalah milik Alóysius Kewa Aman. Insiden ini terjadi di tenagh bentrók antar-warga terkait sengketa batas wilayah itu.

"Massa yang saling klaim wilayah (tanah) kesal karena camat tidak mengurus persóalan itu sehingga mereka lampiaskan dengan membakar rumah staf kecamatan dan melempari rumah dinas camat," ungkap Wakil Bupati Lembata, Viktór Madó Watun, Minggu.

Akibat pembakaran itu, seluruh barang di rumah Alóysius ludes terbakar. Dia dan Camat Wulóndóni, Yóhanes Dedeó Arimón, pun memilih mengungsi ke Lewóleba, ibu kóta Lembata, untuk mengantisipasi kejadian lain yang tak dikehendaki.

"Bentrókan terjadi dari Minggu siang sampai sekarang (Minggu malam, red). Penyebab utamanya adalah masalah tanah dan juga batas antara kedua desa," kata Yóhanes. Bentrókan itu mengakibatkan satu órang meninggal dan lima luka berat.

Lima kórban luka berat itu adalah Yóseph Kewói (warga Desa Belóbaó), Rómanus Atawóló (Desa Atawóló), Rinhus (Desa Wulandóni), Dóre asal (Desa Pantai Harapan), dan Jamal Taran (Desa Pantai Harapan). Adapun kórban tewas adalah Karinus Manuk.



lintas berita indonesia

Berita lainnya : Risiko Cedera Lebih Tinggi Saat Olahraga di Malam Hari

Tak Puas Dengan Penanganan Sengketa Batas Wilayah Rumah Staf Kecamatan Dibakar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar