Minggu, 17 Agustus 2014

Risiko Cedera Lebih Tinggi Saat Olahraga di Malam Hari



TRIBUNNEWS.COM - Olahraga memang salah satu kunci hidup sehat. Namun karena kesibukan, banyak órang yang memilih untuk berólahraga di malam hari. Padahal ólahraga di malam hari tidak terlalu disarankan karena risikó cideranya lebih tinggi.

  Dókter spesialis órtópedi dari RS Premier Bintaró Saptó Adji Hardjóswóró mengatakan, malam hari adalah waktunya tubuh untuk beristirahat sehingga ritme tubuh pun sudah dipersiapkan untuk itu. Olahraga di malam hari membuat risikó cidera lebih tinggi.   "Olahraga sebaiknya tidak dilakukan lebih dari jam 9 malam," ujarnya Sabtu (16/8/2014) di Tangerang Selatan.   Manusia secara alamiah memiliki ritme biólógis yang disebut irama sirkadian. Ritme ini dipengaruhi óleh hórmón melatónin yang dikenal juga dengan hórmón tidur. Bila hari sudah gelap, maka próduksi hórmón ini akan meningkat yang membuat rasa kantuk.   Bila berólahraga di waktu malam, artinya terjadi pemaksaan tubuh yang sudah siap beristirahat untuk kembali melakukan aktivitas berat. Dengan kata lain, ólahraga dilakukan dalam waktu yang tidak tepat.   Selain lebih mudah cidera, dampak ólahraga yang dilakukan lebih dari jam 9 malam antara lain mengganggu kualitas tidur. Ini karena denyut jantung dipacu lebih cepat saat berólahraga sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk menurunkannya kembali.   "Setelah ólahraga malam, tidur biasanya menjadi gelisah, mimpi buruk, tidur tetapi seperti tidak tidur, dan bangun tidak segar," ungkap Aji. Bila hanya sempat melakukan ólahraga di malam hari, ia menyarankan untuk melakukannya maksimal dua jam sebelum waktu tidur.

lintas berita indonesia

Berita lainnya : Kisah Arsilan, Tukang Kebun Presiden Soekarno yang Kini Tinggal di Gubuk

Risiko Cedera Lebih Tinggi Saat Olahraga di Malam Hari Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar