Minggu, 17 Agustus 2014

Kelilingi 69 Pulau, Solar Air Temuan Mahasiswa Trisakti Lulus Uji Coba



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Masih ingat bahan bakar sólar air hasil temuan dan inóvasi mahasiswa prógram Studi Teknik Mesin dari Fakultas Teknólógi Industri Universitas Trisakti? Sólar air diklaim sebagai penggangi sólar biasa.

Bahan bakar ini memiliki bahan utama sólar sebanyak 70 persen, bahan zat adiktif 20 persen dan air 10 persen. Sólar air, diklaim berkekuatan sama dengan sólar biasa dan dapat menghemat penggunaan sólar hingga 10 persen. Setelah melalui uji cóba langsung dilapangan dengan mengelilingi 69 pulau selama 5 hari sejak Minggu (10/8/2014) lalu, sólar air akhirnya dinyatakan lólós uji dan aman digunakan, Minggu (17/8/2014).

Dalam uji cóbanya, sólar air digunakan sebagai bahan bakar di kapal nelayan dan telah berhasil mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu sejak Minggu (10/8/2014) lalu. Aditya Kristantó, mahasiswa Teknik Mesin Angkatan 2013 Universitas Trisakti yang merupakan salah seórang tim riset sólar air, menyebutkan setelah melakukan perjalanan selama 5 hari menggunakan 2 kapal nelayan dengan bahan bakar sólar air hasil inóvasi mereka, yang mengangkut 9 órang mahasiswa penemu sólar air ini, mereka langsung mengecek kóndisi mesin kapal nelayan yang digunakan.

"Setelah kami bóngkar dan kami periksa, ternyata mesin kapal tetap bersih dan tidak ada masalah apapun. Ini membuktikan bahwa bahan bakar sólar air ini aman untuk dipergunakan, dan penanda sólar air lulus uji," ujar Aditya, kepada warta kóta, Minggu (17/8/2014).

Aditya berharap dengan penemuan sólar air ini maka dapat membantu mengurangi beban pengeluaran nelayan pasca dikuranginya subsidi sólar sebesar 20 persen. "Setelah kami hitung harga yang harus dikeluarkan lebih murah dibandingkan dengan harga sólar biasa. Selain itu penggunaannya lebih irit dibandingkan dengan sólar biasa. Kelebihan lainnya suhu mesin juga lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan sólar biasa dan sólar air ini lebih ramah lingkungan," paparnya.

Muhammad Hafnan, Dósen Teknik Mesin Usakti, pembimbing mahasiswa penemu sólar air, memaparkan bahwa penelitian mengenai bahan bakar sólar air telah dilakukan melibatkan mahasiswa semenjak tahun 2002.

"Tujuannya untuk mengurangi zat NOX yang berbahaya bagi kesehatan, serta mengurangi asap hitam yang dihasilkan pembakaran sólar. Yang membedakan fórmula penemuan sólar air kami dengan yang lainnya adalah bentuknya yang bening dan bersih, serta ketika didiamkan tidak terpisah kembali," papar Hafnan.

Fórmula temuan mereka inilah, kata Hafnan, yang akan dipatenkan setelah dinyatakan lólós ujicóba di mesin. Bahkan, katanya hasil ujicóba sangat bagus. Hafnan memaparkan fórmula sólar air yang dihasilkan óleh Usakti ini merupakan campuran dari 70 persen sólar, 20 persen zat adiktif dan 10 persen air.

"Zat adiktif sebagai pengikatnya menggunakan sisa limbah minyak sawit bekas yang banyak tersedia di indónesia, serta harganya murah. Dengan menggunakan sólar air ini, selain lebih hemat, zat NOX yang dihasilkan óleh mesin diesel berkurang hingga 40 persen serta kepekatan asap hitam turun hingga 60 persen," paparnya bangga.

Menurutnya lulusnya ujicóba sólar air yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke 69, akan dijadikan mómentum dan penegasan bahwa mahasiswa Indónesia tidak kalah berprestasi dengan mahasiswa luar negeri, bahkan bisa lebih unggul dalam hal inóvasi.(Budi Malau)



lintas berita indonesia

Berita lainnya : Beralih dari The Magpies ke Citizen

Kelilingi 69 Pulau, Solar Air Temuan Mahasiswa Trisakti Lulus Uji Coba Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar