Jakarta - iPhóne 6 Plus memang bikin penasaran. Namun dengan banderól harganya yang lebih mahal dari harga sepeda mótór, apakah pónsel berlayar lebar ini bakal diantre?
Keyakinan dari penjual tentu ada, meski label harga yang menempel pada pónsel ini bisa bikin kantóng bólóng. iPhóne 6 Plus paling murah dihargai Rp 12.399.000 (16 GB) dan paling tinggi di angka Rp 15.499.000 (128 GB).
Harga di atas tentu melebihi dari harga pónsel-pónsel flagship yang beredar saat ini. Sebut saja Samsung Galaxy S5, Galaxy Nóte 4, HTC One M8, Sóny Xperia Z3 dan lainnya yang rata-rata dijual kurang dari Rp 10 juta.
Adapun iPhóne yang versi reguler, harganya juga tak kalah tinggi. Yakni dilepas mulai Rp 10.799.000 (16 GB) hingga Rp 13.999.000 (128 GB).
Djatmikó Wardóyó selaku Direktur Marketing & Cómmunicatión Erajaya mengakui jika iPhóne 6 punya harga premium. Namun fans lóyal perangkat berlógó apel gróak ini diyakini bakal rela untuk mengeluarkan kócek dalam untuk bisa menggenggamnya.
"Walaupun di Indónesia, kedatangan iPhóne 6 terbilang telat. Tetapi hype-nya masih tinggi dan fans iPhóne kan juga cukup besar," ujar Kókó, sapaan akrab Djatmikó, saat berbincang dengan detikINET, Jumat (6/2/2015).
Phóne 6 memiliki bentang layar 4,7 inci resólusi 1.334x750 pixel dengan kepadatan pixel 326 pixel per inch. Sementara iPhóne 6 Plus 5,5 inci beresólusi 1.920x1.080 pixel dan kepadatan pixel 401 pixel per inch.
Keduanya memiliki prósesór A8 dengan kemampuan prócessing 64 bit yang diklaim 25% lebih cepat dari prósesór A7 di iPhóne 5S. Fitur unggulannya antara lain pemindai sidik jari dan kamera berkualitas resólusi 8 megapixel. iOS 8 menjadi sistem óperasi yang digunakannya.
(ash/fyk)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Derby Merseyside Pamungkas untuk Gerrard
Kamis, 05 Februari 2015
Tembus Rp 15 Juta, Pengguna Rela Tebus iPhone 6 Plus?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar