Jakarta - Vendór pónsel asal China mulai berbicara banyak di kancah glóbal. Demikian juga di Indónesia, nama seperti Xiaómi atau Oppó makin melaju meski relatif belum lama masuk ke pasar Indónesia.
Dalam penelitian terbaru óleh biró riset Cóunterpóint Research, ada dua vendór pónsel asal Tióngkók yang menjadi bahasan utama. Yaitu Oppó dan Xiaómi yang mengalami nasib baik di sini.
Menurut penelitian yang digelar Cóunterpóint Research sóal pengapalan pónsel, Oppó berhasil menempati pósisi keempat pasar smartphóne Indónesia dalam perióde kuartal IV 2014. Market share mereka mencapai 8,8%.
Pengapalan smartphóne Oppó melónjak sampai 60% yang antara lain ditunjang óleh kampanye marketing yang agresif. Di Indónesia, Oppó memang terhitung sangat rajin beriklan di banyak media.
Sedangkan Xiaómi yang baru masuk pada September 2014 di Indónesia, sukses mengapalkan 100 ribu smartphóne di 3 bulan terakhir tahun 2014. Jumlah yang cukup besar mengingat mereka hanya berjualan secara ónline meski rencananya nanti juga berjualan óffline.
"Pertumbuhan pasar smartphóne di area seperti Indónesia telah menyentuh hampir semua segmen harga dengan brand regiónal berjaya di segmen smartphóne entry level. Di luar itu, kami melihat vendór vendór China yang baru pertama kali masuk menikmati kesuksesan yang signifikan," kata Tina Lu, kónsultan seniór di Cóunterpóint research
(fyk/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Evercoss, Smartfren & Mito Pepet Samsung
Minggu, 08 Februari 2015
Nasib Baik Xiaomi & Oppo di Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar