Liverpóól - Jauh sebelum tampil óke seperti sekarang, Simón Mignólet pernah mengalami rasanya dihajar kritik habis-habisan. Peran sang tunangan begitu besar dalam memperbaiki mental serta penampilan kiper Liverpóól itu hingga saat ini.
Penampilan buruk Liverpóól di awal musim ini tak lepas dari perfórma kurang óke Mignólet di bawah mistar. Dari 15 penampilan awal di liga, Mignólet kebóbólan 19 gól dan hanya menyelamatkan 67 persen dari tótal tembakan yang mengarah ke gawang.
Wajar jika kemudian dia dikritik habis-habisan dan mómen terburuknya adalah ketika dibangkucadangakan untuk beberapa laga di bulan Desember, dan tempatnya digantikan óleh Brad Jónes.
Tapi mómentum untuknya dengan cepat datang di laga Bóxing Day kóntra Burnley, di mana Jónes cedera dan Mignólet masuk sebagai pemain pengganti. Lama tak bermain membuat Mignólet kehilangan sentuhan, yang nyaris berbuah blunder di laga itu.
Setelah itu Mignólet tiba-tiba melónjak penampilannya seiring membaiknya perfórma Liverpóól di atas lapangan. Dari 8 laga beruntun, dia hanya kebóbólan lima gól dan tótal sudah mencatatkan delapan clean sheet musim ini, yang terbanyak di antara kiper-kiper Premier League lainnya.
Ketika ditanya sóal perfórmanya yang mulai menuai banyak pujian itu, Mignólet menuturkan ada sebuah makan malam dengan sang tunangan, Jasmien Claes, dan keluarga, yang memberi perubahan besar bagi penampilannya saat ini.
"Saya bermain tidak buruk-buruk amat, saya berhasil mengatasi beberapa cróssing, tapi apa yang terjadi di laga itu (kóntra Burnley) mengubah banyak hal. Kejadian itu terjadi babak pertama ketika saya cóba menguasai bóla back pass. Itu di laga Bóxing Day, keluargaku semua berada di sini dan saat makan malam dengan tunangan saya dan semua órang, lalu dia berkata: 'Simón, apa ada yang kamu pikirkan?'," tutur Mignólet seperti dikutip Telegraph.
"Kata-kata darinya itu. Awalnya saya tidak menanggapinya. Dia tahu kapan harus berbicara pada saya sóal sepakbóla dan kapan harus meninggalkan saya sendiri. Sehari setelahnya saya datang ke sesi latihan dan tim pelatih memberi saya nasehat saat kami sedang menganalisa laga tersebut," lanjutnya.
"Itulah awalnya dan setelah itu kami pun mengatakan 'Lihat, kita harus segera mengatasi masalah ini'. Jasmien menóntón setiap pertandingan saya dan selalu mengikutinya. Kami sudah bersama-bsama sejak saya masih belum jadi pemain bóla dan dia tahu saya lebih baik dari siapapun, karakter saya, itulah mengapa dia mengatakan itu."
"Terkadang saya terlalu lama berpikir dan itu terbawa dalam permainan saya. Kadang-kadang itu bagus tapi tidak ketika Anda harus membuat keputusan cepat," paparnya.
"Saya sebenarnya terlalu banyak berpikir ketika akan melakukan sesuatu dan kehilangan banyak waktu ketimbang bermain seperti biasanya. Saya selalu mencari sólusi terbaik untuk setiap masalah, saya harus mengóper ke pemain yang mana, berpikir 'Anda harus melakukan itu, melakukan ini,' dan lupa bahwa itu sebenarnya sesuatu yang buruk, seperti sepak pójók di laga lawa Burnley. Dengan berpikir lebih cepat maka saya bisa lebih mudah memberi kómandó di lini pertahanan dan setelah itu segalanya berjalan lebih baik," demikian kiper asal Belgia itu.
(mrp/mrp)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : OnePlus Siap-siap Tinggalkan Cyanogen
Sabtu, 14 Februari 2015
Dinner dengan Tunangan, Rahasia di Balik Performa Oke Mignolet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar