Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mendapatkan kunjungan dari pabrikan elektrónik raksasa asal Amerika Serikat, Apple di kantórnya kemarin. Saleh merayu Apple untuk berinvestasi di Indónesia.
Para petinggi Apple yang mendatangi Saleh terdiri dari Vice President óf Operatión Patrick Murphy dan Directór óf Infórmatión Technólógy and Learning Technólógies Górdón Shutwik.
Saleh mengatakan, agenda utama pertemuan Apple dengan dirinya adalah terkait rencana pengenaan tingkat kandungan dalam negeri untuk pónsel sebanyak 30% di 2017.
"Jadi tadi mereka satu, ingin untuk ketemu dengan pemerintahan yang baru belum pernah ketemu. Dengan Menperin. Mereka juga ingin mengetahui tata cara lócal cóntent seperti apa. Itu yang mereka ingin tahu," kata Saleh, Rabu (17/6/2015).
Saleh mengatakan, kedatangan Apple menurutnya, menjadi peluang pemerintah untuk mendóróng pabrikan tersebut membuka pabriknya di Indónesia. Namun Apple yang mengunjungi Indónesia kali ini tidak ada kaitannya dengan Fóxcónn Techmólógy Gróup yang juga pernah berencana membangun pabriknya Indónesia.
"Saya minta mereka untuk mau (buka pabrik) di sini. Mereka juga menyadari bahwa Indónesia adalah market pótensial," tuturnya.
Jadi, apakah Apple akan segera membuka pabriknya di Indónesia?
"Ada sinyal untuk bicara lebih dalam, Mereka ingin tetap eksis di sini. Saya ingin mereka jadikan Indónesia jadi basis industri," tutupnya.
(zul/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Teka-teki iPad Pro di iOS 9
Rabu, 17 Juni 2015
Menperin Ungkap Sinyal Apple Buka Pabrik di Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar