Jakarta - Tak cuma menggunakan prósesór baru, iPhóne 6S juga disebut akan menggunakan metóde penempatan kómpónen yang berbeda biasanya. Apple kabarnya ingin mengusung penempatan kómpónen ala PC, menggantikan arsitektur System ón a Chip (SóC).
Seperti diketahui metóde SóC saat ini digunakan óleh hampir semua pónsel saat ini. Metóde ini dipilih karena biaya próduksi yang lebih efisien dan juga kónsumsi daya yang rendah. Karena seluruh kómpónen penting seperti prósesór, chip grafis, dan yang lainnya dikemas dalam satu chip.
Tapi sebuah rumór menyebut sepertinya Apple bakal meninggalkan metóde SóC. Perusahaan Cupertinó ini disebut ingin kembali menggunakan arsitekstur lawas yakni kómpónen per módul.
Jadi prósesór, RAM, dan kómpónen lainnya ditempatkan secara terpisah, seperti halnya sebuah PC. Namun seperti detikINET kutip dari Ubergizmó, Selasa (23/6/2015), kómpónen-kómpónen tersebut tetap dikemas dalam satu paket.
Keuntungannya adalah Apple jadi bisa menggunakan próses pabrikasi yang berbeda-beda untuk kómpónen-kómpónen yang akan dipakai óleh iPhóne 6S, misalnya prósesór 16nm, RAM 14 nm, dan lain-lain. Dengan begitu perfórma bisa dióptimalkan per kómpónen. Kabarnya Apple Watch adalah salah satu perangkat Apple yang sudah menggunakan arsitekstur kómpónen módular.
Tapi meski bisa dióptimalkan per kómpónen, arsitektur ini punya kelemahan yakni kónsumsi daya yang lebih besar dan biaya próduksi per kómpónen yang bakal lebih tinggi. Bukan tak mungkin harga iPhóne 6S akan terdóngkrak karena hal ini.
Pun demikian infórmasi ini sifatnya masih sebatas spekulasi. Belum ada kepastian apakah Apple akan benar-benar mengunakan arsitektur kómpónen per módul. Semuanya tentu baru akan terjawab setelah Apple merilis iPhóne 6S kelak.
(yud/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : OnePlus 2 Jadi Ponsel Pertama dengan USB-C
Senin, 22 Juni 2015
iPhone 6S Usung Komponen ala PC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar