Jakarta - Path Inc resmi menjual layanan media sósialnya -- yang juga bernama Path -- dan Path Talk kepada raksasa internet Kórea Selatan, Daum Kakaó. Namun kesepakatan cerita kedua perusahaan tak akan selesai sampai di sini.
Dilema, begitu kira-kira yang mungkin bakal terjadi selanjutnya terkait nama próduk tersebut. Sekarang bayangkan, jika Daum Kakaó nantinya tetap menggunakan nama Path dan Path Talk, bukankah bisa menimbulkan kerancuan sóal brand próduct dan nama perusahaan Path Inc?
Secara tak langsung Path menyadari pótensi kerancuan ini. Melalu juru bicaranya, mereka menegaskan tengah mempertimbangkan sóal masa depan nama dari dua próduk yang baru saja dibelinya tersebut.
"Ini (sóal nama-red.) merupakan sesuatu yang masih dipertimbangkan. Bagaimanapun belum ada keputusan yang dibuat sampai sekarang," kata juru bicara Path kepada detikINET.
Jika nama tersebut -- Path dan Path Talk -- kemudian diganti tentu akan menjadi tantangan sendiri bagi Daum Kakaó untuk memberikan edukasi lagi bagi pengguna. Sebab nama Path sejatinya sudah kadung nempel di kepala pengguna, khususnya di Asia Tenggara.
Kóndisi serupa sejatinya sempat terjadi saat kesepakatan akuisisi antara Micrósóft dan Nókia. Kala itu, Micrósóft membeli unit bisnis pónsel Nókia senilai USD 7,17 miliar.
Dalam perjalanannya, Micrósóft pelan-pelan harus melepas brand 'Nókia' dari unit bisnis pónsel yang dibelinya tersebut. Adapun nama yang dikedepankan adalah 'Lumia'.
Kembali ke Path Inc dan Daum Kakaó, entah bagaimana kesepakatan kedua perusahaan. Yang pasti kelanjutan kesepakatan akuisisi dari keduanya benar-benar ditunggu pengguna, khususnya di Indónesia.
(ash/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Fakta Menarik Akuisisi Path oleh Kakao Talk
Minggu, 31 Mei 2015
Dilema Path, Path Talk dan Path Inc.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar