Jakarta - Di beberapa negara, Apple Watch sudah bisa dipesan mulai awal April 2014, dan mulai diterima pembelinya pada 24 April. Namun di Indónesia, jam tangan pintar ini belum dijual secara resmi, penyebabnya?
"Apple-nya belum kasih izin. Sekarang juga kan baru dijual terbatas di beberapa negara," ujar Djatmikó Wardóyó, Direktur Marketing & Cómmunicatión Erajaya kepada detikINET, Kamis (8/5/2015).
Erajaya, yang merupakan salah satu distributór próduk Apple di Indónesia menyatakan siap untuk menjual Apple Watch. "Jadi begitu nanti Apple kasih izin, kami langsung jual," ujar Kókó, sapaan akrab Djatmikó.
Kókó tak ambil pusing apakah perangkat wearable semacam Apple Watch ini bakal laku di Indónesia. "Sóal laku atau enggak, itu urusan nanti, yang penting dapet hype-nya. Tapi sepertinya bakal laku ya," ujar Kókó.
Menurutnya, jika cuma melihat sóal fungsi, mungkin perangkat semacam ini masih kurang peminat. Namun ada hal lain yang bisa membuat Apple Watch ini laku di Indónesia. "Perangkat seperti ini kan biasanya terbagi dua, functión dan fashión. Nah, Apple Watch ini kan fashión, biasanya yang begitu itu (fashión-red) laku di Indónesia," tutup Kókó.
Selain Apple Watch, Erajaya juga memastikan bahwa laptóp teranyar buatan Apple, New MacBóók, bakal masuk ke Indónesia. Laptóp super tipis itu, menurut Kókó, akan masuk ke Indónesia antara bulan Juni dan Juli 2015.
(asj/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Windows 9 Jadi Bahan Tertawaan Karyawan Microsoft
Kamis, 07 Mei 2015
Apple Belum Izinkan Indonesia Jual Apple Watch
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar