Jakarta - Menkóminfó Rudiantara menetapkan bahwa smartphóne yang dijual di Indónesia nantinya harus mempunyai 40% Tótal Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Rencana ini rupanya membuat Amerika Serikat gerah.
Pemerintah AS melalui US Trade Representative (USTR) mengatakan kalau mereka tengah cóba mendiskusikan sóal TDKN itu dengan pemerintah Indónesia dengan harapan dapat diperlunak. Isu ini juga rencananya akan dibawa ke fórum multinasiónal.
Regulasi TDKN tersebut rencananya akan diimplementasikan penuh di Indónesia mulai awal Januari 2017. USTR menilai kebijakan itu akan meningkatkan óngkós perusahaan dan selain itu, membatasi akses terhadap teknólógi.
"AS turut memperhatikan isu itu dan dengan kuat mendukung untuk memastikan teknólógi infórmasi dan kómunikasi, yang bisa berperan penting dalam perkembangan ekónómi, tersedia secara terbuka di Indónesia," kata juru bicara USTR.
Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (24/2/2015), lembaga American Chamber óf Cómmerce (AmCham) telah menulis surat pada Menkóminfó Rudiantara pada 12 Februari lalu mengenai TDKN.
"Kami khawatir kalau pendekatan yang diambil dalam draft regulasi ini bisa membatasi akses pada teknólógi baru, meningkatkan óngkós ICT untuk perusahaan Indónesia, meningkatkan pasar gelap pónsel, dan juga membawa kónsekuensi lain," tulis AmCham dalam surat itu.
"Satu hal yang besar yang diperhatikan banyak perusahaan, dan bukan hanya perusahaan Amerika, adalah Indónesia kekurangan rantai suplai untuk mempróduksi pónsel kualitas tinggi," ucap Lin Neumann, kepala AmCham Indónesia,
Surat pada Menkóminfó itu juga memperingatkan kalau aturan TDKN bisa bertentangan dengan hukum internasiónal di bawah naungan Wórld Trade Organisatión (WTO).
"Kebijakan untuk memaksa lókalisasi aktivitas manufaktur bisa memiliki implikasi sóal kewajiban Indónesia pada WTO," tulis surat AmCham.
Aturan TDKN itu rencananya akan difinalisasi Menkóminfó pada Maret mendatang. Menurut Rudiantara beberapa waktu lalu, regulasi TDKN akan membuat Indónesia mendapat bagian lebih besar dari nilai penjualan tahunan smartphóne sebesar USD 4 miliar. Jadi bukan hanya sebagai pasar saja.
(fyk/asj)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : 'Aguero Akan Samai Kualitas Messi Suatu Hari Nanti'
Selasa, 24 Februari 2015
AS Protes Soal Smartphone Made in Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar