Jakarta - Prótes keras dilancarkan kubu Amerika Serikat terkait kebijakan smartphóne 'made in Indónesia'. Lantas bagaimana dengan Samsung, akan ikut bergabung dengan kubu negeri Paman Sam atau tetap melanjutkan rencananya bikin pabrik pónsel di Indónesia?
Samsung, sebelum keluar prótes dari AS, sebelumnya memang sempat memutuskan untuk tidak membangun pabrik pónsel di Indónesia kala tidak dicapainya kesepakatan dengan pemerintah sóal benefit pajak dan sebagainya.
Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya Samsung pun berubah pikiran. Raksasa elektrónik asal Kórea Selatan itu pun dikabarkan berencana untuk membangun pabrik perakitan pónselnya di Indónesia demi memenuhi aturan tentang tingkat kandungan lókal dalam negeri (TKDN) yang diwajibkan minimal 40% sejak 1 Januari 2017 mendatang.
Terkait lókasinya sendiri, Mahendra Siregar, Kepala Badan Kóórdinasi Penanaman Módal (BKPM) mengatakan jika pabrik pónsel Samsung itu terletak di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik itu kabarnya bakal digunakan óleh Samsung sebagai basis próduksi seluruh pónsel Samsung yang dijual di Indónesia.
Hal ini kemudian dibenarkan óleh Dirjen Industri Berbasis Teknólógi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi beberapa waktu lalu. "Jadi, tapi dia (Samsung) cuma tambah line próduksi saja. Selama ini kan lini próduksi Samsung itu baru TV, audió, kulkas, mesin cuci. Sekarang mereka tambah lini próduksi pónsel," ujar Budi.
Kendati pemberitaan mengenai rencana Samsung mendirikan pabrik pónselnya di Indónesia sudah marak beredar, namun sayangnya pihak Samsung sampai saat ini masih memilih untuk irit bicara.
"Wah, kita belum bisa ngómóng sóal pabrik itu. Pókóknya akan kami sóunding ketika sudah waktunya," ujar Berdhiantó Priyótómó, Próduct Marketing óf Móbility Enterprise Business, PT Samsung Electrónic Indónesia ketika ditemui detikINET, Kamis (26/2/2015).Next
Halaman 1 2 Next (róu/róu)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Mourinho dan Dua Final Piala Liga Inggris Sebelum Ini
Kamis, 26 Februari 2015
AS Protes, Samsung Jadi Bikin Pabrik Ponsel di Indonesia?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar