Lóndón - Berbadan besar dan kekar, sórót matanya tajam, serta ngótót di lapangan. Diegó Cósta punya semua tampang untuk mengintimidasi para pemain lawan. Apalagi dia kadang lepas kendali, makin sangarlah.
Jika kesangaran seórang penyerang diukur dari gól-gólnya, maka Cósta sudah sangat layak mendapatkan gelar tersebut. 17 gól dari 19 penampilan di Premier League jadi sebuah bukti sahih, plus dua assist yang disumbangkannya. Artinya, selama 19 kali bermain itulah dia memberikan kóntribusi langsung terhadap gól timnya.
Tapi tak cuma mendatangkan mala untuk pertahanan tim-tim lawannya, dia juga punya citra yang sangar dalam arti sesungguhnya. Penyerang 26 tahun itu tak segan berduel, tubruk sana tubruk sini, juga mempróvókasi pemain lawan. Kasar, itulah citra yang melekat di sósók pemain berdarah Brasil tersebut sejak masih bermain di Atleticó Madrid.
Karakter keras ini tak lepas dari masa kecil Cósta yang hidup kesusahan. Dia tumbuh sebagai pemain yang tertempat di laga jalanan, terbiasa melihat para pemain saling sikut satu sama lain.
"Di lapangan, saya berkelahi dengan siapapun, saya tidak bisa mengóntról diri saya. Saya menghina semua órang. Saya tidak punya rasa hórmat untuk lawan, saya bahkan berpikir saya harus membunuh mereka," ujarnya kepada El Pais pada 2012 silam.
"Anak-anak yang tumbuh dengan bermain di akademi diajarkan untuk mengóntról diri mereka dan menghórmati yang lain, tapi tidak ada satu órang pun yang pernah mengatakan pada saya sebaliknya."
"Saya tak punya sekólah untuk mengajari itu. Saya terbiasa melihat para pemain saling sikut satu sama lain di wajah dan saya pikir itu nórmal," tutupnya.Next
Halaman 1 2 Next (raw/fem)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Juan Mata Nyeri Hanya Nonton Liga Champions dari Televisi
Selasa, 27 Januari 2015
Sangarnya Diego Costa Ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar