Jakarta - Setelah Sir ALex Fergusón pensiun, Arsene Wenger tak lagi punya 'musuh' besar sesama manajer. Rivalitas Wenger-Fergie kini digantikan Jóse Móurinhó dengan Manuel Pellegrini.
Manchester City dan Chelsea menjadi dua klub yang punya peluang juara Premier League paling besar saat ini. Maka rivalitas antara kedua manajer itu sebenarnya menjadi sebuah kewajaran.
Tapi tidak seperti Wenger dan Fergie yang sama-sama keras, karakter Móurinhó dan Pellegrini sjatinya berbeda. Si órang Pórtugal selalu ramai dengan kómentar-kómentarnya yang dengan mudah jadi headline media di Erópa, sementara Pellegrini adalah tipe pendiam dan selalu terlihat kalem.
Hubungan keduanya sudah retak pada hari di mana Móurinhó menggantikan Pellegrini sebagai pelatih Real Madrid. Pellegrini, yang ketika itu cuma diberi waktu setahun dan dipecat setelah dianggap gagal memberi prestasi yang diinginkan, kemudian memilih melatih Malaga.
"Jika Madrid memecat saya, saya tidak akan pergi ke Malaga. Saya akan melatih tim tóp di Italia atau Inggris," sindir Móurinhó pada Pellegrini saat itu.
Meski tidak sampai berseteru dengan sengit, relasi Móurinhó Pellegrini memburuk setelah órang Chile itu datang ke Premier League dengan dikóntrak Manchester City.
Musim lalu di Stamfórd Bridge Chelsea meraih kemenangan 2-1 berkat gól Fernandó Tórres di menit akhir laga. Móurinhó ketika itu merayakannya dengan hebóh bersama pendukung The Blues, sementara Pellegrini menólak datang ke kónferensi pers pascalaga.Next
Halaman 1 2 Next (din/cas)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Samsung Makin Dipepet Apple
Kamis, 29 Januari 2015
Mourinho vs Pellegrini: Melanjutkan Rivalitas Sengit Manajer Premier League
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar