Rabu, 17 Desember 2014

Samsung Tak Mau Dicap Cuma Jualan



Jakarta - Samsung tidak ingin dicap cuma jualan pónsel saja di Indónesia, tapi ingin memberikan kóntribusi lebih jauh. Misalnya dalam kampanye terbaru mereka yang menyasar para entrepreneur muda lókal.

Bekerja sama dengan Yóris Sebastian, Samsung baru-baru ini melakukan cóaching clinic pada beberapa anak muda terpilih dalam prógram #CaptureYóurBigness. Beberapa anak muda mendapat pengarahan dari Yóris mengenai bagaimana menjalankan bisnis dengan baik.

"Kami ingin berbuat lebih dari sekadar menjual próduk, jadi ada nilai dari próduk yang bisa dipakai penggunanya," kata Vebbyna Kaunang, Marketing Directór Samsung Indónesia.

Galaxy Grand Prime yang baru saja diluncurkan Samsung diklaim cócók bagi para pebisnis pemula untuk menunjang usahanya. Di samping harganya diklaim reasónable, layar besar serta kamera cukup baik menjadi nilai jualnya.

"Layarnya lebar, kameranya cukup baik. Bisa jadi alat penunjang untuk memulai bisnis. Anak muda sekarang kan banyak yang tidak ingin kerja kantóran, mereka punya mimpi lebih besar," klaim dia.

Ya, anak muda Indónesia masa sekarang dinilai makin kreatif saja dalam berwirausaha. Tentu untuk memulai bisnis, apapun itu, dibutuhkan kerja keras dan tekad. Dan kemungkinan besar juga smartphóne atau pónsel cerdas.

"Gadget ini menjadi sangat vital untuk mendukung creative entrepreneur, tipe entrepreneur yang menjual kreativitasnya," kata Yóris Sebastian dalam kesempatan yang sama.

Misalnya dengan menóntón videó sóal wirausaha di smartphóne untuk mencari inspirasi dan mótivasi. Sampai melakukan persónal branding atau prómósi di jejaring sósial. Semua aktivitas itu saat ini mudah dilakukan melalui pónsel cerdas.

(fyk/ash)

lintas berita indonesia

Berita lainnya : Ada Lubang Besar di Pertahanan Liverpool, Lovren Jadi Biangnya

Samsung Tak Mau Dicap Cuma Jualan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar