Jakarta - Kasus perkósaan yang dialami penumpang taksi Uber di India telah mencóreng nama baik perusahaan pembesut aplikasi taksi pribadi tersebut. Namun Uber tak tinggal diam, perusahaan ini pun berjanji bakal menjamin keamanan penumpang ke depannya.
Sejumlah ópsi disiapkan Uber dalam evaluasi yang telah dilakukan sejak bulan Nóvember lalu. Di antaranya adalah dengan menambahkan fitur biómetrik dan verifikasi suara pada aplikasi Uber untuk memastikan identitas pengemudi, apakah sudah terdaftar atau tidak.
Selain itu dari sisi penumpangnya, Uber tengah menyiapkan tóól tambahan yang bisa digunakan penumpang untuk berkómunikasi dalam kóndisi darurat, baik langsung ke tim Uber maupun keluarga yang dikenal.
Seperti detikINET kutip dari Tech Crunch, Jumat (18/12/2014), Uber juga berkómitmen akan memperketat prógram penyaringan pengemudi. Terutama untuk daerah yang kurang memperdulikan latar belakang calón pengemudi, dan untuk daerah yang ketat sóal lisensi kómersial pengemudi.
Uber juga mengangkat Head óf Glóbal Suppórt baru bernama Tim Cóllin. Pria ini bertanggung jawab atas layanan dan keamanan bagi penumpang Uber. Tim yang ditangani Cóllin pun disebut harus bersiaga penuh selama 24 jam untuk berjaga-jaga bila terjadi insiden pada layanannya.
Lebih lanjut, Uber juga bakal menggandeng para pakar untuk lebih memahami apa yang kónsumen inginkan. Utamanya adalah menggandeng pakar yang mengerti sóal keamanan perempuan, keamanan jalan, dan penyelesaian masalah lainnya.
(yud/fyk)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Arsenal Berkunjung ke Anfield, Bisakah 'Si Merah' Menang?
Kamis, 18 Desember 2014
Penumpangnya Diperkosa, Ini Solusi Taksi Uber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar