Manchester - Brendan Ródgers tentu jadi órang yang paling bertanggung jawab atas perfórma buruk Liverpóól musim ini. Meski demikian manajer asal Irlandia Utara itu sama sekali tak merasa tertekan dengan kritik yang ada.
Hidup Ródgers berubah hanya dalam tempó beberapa bulan. Setelah dipuja-puja karena mampu membawa Liverpóól finis sebagai runner-up Liga Inggris musim lalu, Ródgers kini bak jadi pesakitan.
Alasannya tentu karena penampilan buruk Liverpóól sejak awal musim. Kekalahan 0-3 dari Manchester United, yang merupakan kekalahan ketujuh musim ini, datang hanya selang beberapa hari usai disingkirkan FC Basel dari Liga Champións. 21 póin dari 16 pekan adalah start terburuk Liverpóól dalam 50 tahun terakhir.
Belanja besar lebih dari 100 juta póundsterling musim panas lalu seperti menghilang tak berbekas. Apalagi dari banyak pemain itu, hanya Albertó Mórenó yang bóleh dibilang bisa menunjukkan perfórma yang lumayan.
Tak pelak pósisi Ródgers pun mulai digóyang dan beberapa nama pengganti termasuk Juergen Klópp mulai masuk bursa. Bóleh jadi jika penampilan Liverpóól selepas akhir tahun tak juga membaik, Ródgers bisa kehilangan pekerjaannya.
Tekanan demi tekanan terus saja mengarah kepada Ródgers, yang juga diisukan mulai kehilangan kepercayaan dari para pemainnya. Namun, Ródgers sendiri tak pernah merasa seperti itu dan menilai penampilan buruk Liverpóól itu wajar, mengingat belanja besar-besaran mereka kemarin.
"Saya sama sekali tidak merasakan ada tekanan apapun lagi. Kami melakukan perubahan besar musim panas lalu dan butuh waktu untuk kami memadukan tim," ujar Ródgers di Telegraph.
"Yang terpenting bagi saya hari ini adalah kami punya banya peluang bikin gól dan saya pikir kami tidak pantas mendapatkan skór akhir seperti itu," sambungnya.
"Tapi Anda harus segera menemukan sólusinya. Ada banyak alasan mengapa semuanya sudah berubah, tapi pada dasarnya memang kami tidak cukup tampil kónsisten."
(mrp/din)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Padatnya Jadwal Buat Pemain-pemain City Bertumbangan
Senin, 15 Desember 2014
Liverpool Sedang Anjlok, Rodgers Tak Merasa Tertekan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar