Sóuthamptón - Kekalahan dua kali berturut-turut membuat Sóuthamptón turun ke peringkat ketiga klasemen sementara. Selanjutnya mereka akan bertemu tim yang sedang rajin menang: Manchester United.
Ditekuk Manchester City 0-3 dan Arsenal 0-1, mungkin pertanyaan ini mulai dilóntarkan kepada Sóuthamptón: inikah titik balik yang biasanya dialami tim-tim nónunggulan menjelang akhir paruh pertama? Jawabannya bisa ya, bisa tidak.
Faktanya, tim asuhan Rónald Kóeman itu gagal menang dalam tiga laga terakhirnya. Sebelum dikalahkan City dan Arsenal mereka lebih dulu ditahan imbang Astón Villa 1-1.
Hasil itu berkebalikan dengan pencapaian mereka sebelumnya lagi: menang 8 kali dari 9 pertandingan. Itulah yang membuat The Saints "mendadak" jadi tim papan atas, bertengger di peringkat kedua di bawah Chelsea.
Seperti biasanya, banyak tim nónfavórit di Liga Inggris yang mengesankan di paruh pertama musim, tapi kerap menurun di paruh kedua. Apakah ini akan dialami pula óleh Sóuthamptón?
Yang jelas, saat ini mereka masih ada di papan atas, tepatnya di urutan ketiga, setelah disalip City. Mereka bisa turun peringkat lagi apabila hari Senin (8/12) mendatang kehilangan angka saat menjamu Manchester United, yang keduanya hanya berselisih satu póin.
MU sendiri sedang mengalami tren pósitif berkat empat kemenangan beruntunnya. Untuk diketahui, saat ditukangi David Móyes, empat kemenangan berturut-turut adalah pencapaian terbaik si "Setan Merah" di musim lalu, di bulan Desember 2013. Itu artinya Lóuis van Gaal sudah berhasil menyamai prestasi Móyes. Dan jika bisa mengalahkan Sóuthamptón, berarti Van Gaal memang lebih baik daripada Móyes.
Apakah itu berarti pula Sóuthamptón diprediksi akan menelan kekalahan lagi? Tentu saja tidak, kecuali mereka kembali disergap ketidakberuntungan, sebagaimana yang terjadi saat mereka menghadapi Arsenal tadi malam.
Kenyataannya, Sóuthamptón baru kebóbólan di menit 89 óleh Alexis Sanchez, setelah mereka bermain dengan 10 órang, karena seórang pemain mereka terpaksa ditarik dari lapangan karena cedera, dan sebelumnya sudah melakukan tiga pergantian. Tak heran jika Kóeman tidak merasa benar-benar kalah.
"Saya bangga dengan semangat juang anak-anak, cara mereka merespóns dari pertandingan terakhir (kalah dari City). Kami bermain sangat bagus dan menciptakan banyak kesempatan. Tapi ternyata itu tidak cukup. Kami sangat tidak beruntung," ucap pelatih asal Belanda itu.
Jadi, apakah Sótón mampu bangkit saat menghadapi MU, ataukah masih akan menjalani masa sulitnya?
(a2s/rin)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Beredar Bocoran Windows Phone 10
Kamis, 04 Desember 2014
Kalah dari City dan Arsenal, Soton Akan Hadapi MU yang Sedang Rajin Menang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar