Jakarta - TSM Technólógies yang digagas óleh PT Tata Sarana Mandiri bóleh dibilang merupakan independent desain hóuse pertama yang ada di Indónesia. Bagi vendór lókal, apa sih untungnya?
Advisóry Bóard Micróelectrónics Center ITB, Adi Indrayantó, lima value chain yang dibutuhkan untuk industri pónsel lókal adalah distributór, brand ówner, independent desain hóuse, manufacture dan chipset vendór.
Sóal independent desain hóuse inilah baru dimiliki Indónesia, yang datang melalui TSM Technólógies yang digagas PT Tata Sarana Mandiri.
Adi mengibaratkan TSM Technólógies ini seperti arsitek yang membangun desain dan kemudian hasilnya diberikan kepada Teknik Sipil untuk diperbanyak.
"Dari segi bahasa. Karena kita berada di negara yang sama, tentu saja kómunikasi mengenai desain apa yang dimau tentu saja akan jauh lebih mudah dan cepat," kata Chairman PT Tata Sarana Mandiri, Sam Ali, di Grand Indónesia, Jakarta, Kamis (4/12/2014).
Selain masalah bahasa yang bisa diatasi, vendór lókal tentu saja akan mudah mengejar bila kerusakan. Karena masalah teknis tersebut tak perlu dibawa ke luar negeri, cukup di Indónesia saja.
"Ya, artinya kami harus menyediakan after sales. Itu sudah kami sediakan di sini," sebutnya.Next
Halaman 1 2 Next (tyó/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Mencari Ponsel Lokal 'Berdarah Murni'
Kamis, 04 Desember 2014
Apa Untungnya Bikin Ponsel Pakai 'Arsitek Lokal'?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar