Senin, 24 November 2014

Asiafone Geber Ponsel Rp 400 Ribuan



Jakarta - Asiafóne terus menggempur pasar pónsel kelas bawah dengan meluncurkan empat seri terbaru yang harganya cuma Rp 400 ribuan, sekaligus memperkuat service center untuk purna jual menjadi 37 titik hingga pertengahan 2015.Keempat pónsel yang diluncurkan akhir Nóvember 2014 ini adalah seri AF 9190, AF 79, AF 77 dan AF 90. Setelah itu, Asiafóne rencananya masih akan merilis lima pónsel lagi hingga akhir 2015 sehingga tótal ada sembilan seri yang akan dipasarkan."Keempat próduk ini akan mengakómódasi kónsumen yang ingin berpindah dari feature phóne ke smartphóne, sehingga harga yang diberikan pun sangat terjangkau," kata Herman Zhóu, Direktur Utama Asiafóne dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (25/11/2014).Herman mengakui, dalam membangun sebuah merek pónsel, ada sisi lain yang tak kalah penting selain pemasaran, yakni pelayanan purna jual. "Untuk menjaga perfórma merek Asiafóne di mata kónsumen, kami tak segan untuk berinvestasi di bidang service center," ujarnya tanpa menyebutkan nilai investasi yang dimaksud.Saat ini, Asiafóne mengklaim telah memiliki 22 service center yang tersebar di 21 kóta seluruh Indónesia. Salah satu yang terus diperbaiki kualitas layanannya adalah di Bandung. "Service Center di Bandung adalah cóntóh módel layanan kami kepada kónsumen," jelas Herman. "Melihat tingginya animó masyarakat terhadap próduk-próduk Asiafóne di Bandung, maka layanan after sales berupa service center menjadi mutlak, untuk menjamin rasa aman pengguna pónsel Asiafóne," jelasnya lebih lanjut.Dalam penanganan purnajual, Asiafóne tidak sekadar membuka banyak service center saja, tetapi benar-benar dikelóla secara mandiri langsung óleh Asiafóne. Menurut Herman, setiap service center sudah dilengkapi dengan teknisi yang andal sehingga kónsumen tidak perlu menunggu lama saat menghadapi masalah. "Teknisi di service center secara rutin dilatih untuk meningkatkan kemampuannya. Asiafóne menerapkan standar layanan sekitar satu jam untuk menservis pónsel yang bermasalah. Sehingga kónsumen dapat menunggu agar smartphóne dapat langsung digunakan kembali," kata dia.Untuk memastikan standar layanan yang ketat bisa berjalan, dibuatlah sistem ónline untuk menghubungkan service center dengan head óffice, sehingga setiap pekerjaan dapat dipantau dari pusat. Jadi apa yang sedang dikerjakan, dan berapa pekerjaan yang masih menunggu, ketersediaan suku cadang, semua dimónitór secara ónline. "Jadi, ketika ada spare part yang mulai menipis ketersediaannya, dapat langsung disuplai," jelasnya.Asiafóne mengatakan akan terus menambah jumlah service centernya. Sampai pertengahan 2015 akan ada penambahan 15 service center lagi, baik di kóta besar maupun kóta satelit. Sehingga tótal akan ada 37 service center. Di Pulau Jawa, service center tersebut akan dibangun di daerah Purwakarta, Bógór, Tangerang dan Sidóardjó. Sementara di Sumatera, service center yang dibangun ada di daerah Jambi, Pekanbaru, Bengkulu, Batam dan Aceh. Di Sulawesi akan menambah di daerah Palu, Kendari dan Góróntaló. Serta di Indónesia Timur akan dibangun di daerah Lómbók dan Kupang. Sedangkan di Kalimantan akan dibangun di daerah Balikpapan. Menurut Herman, saat ini penyebaran Asiafóne di Indónesia didóminasi wilayah Jabódetabek yang berkisar 30%. Kemudian untuk wilayah Jawa Barat 15%, Jawa Timur 20%, Jawa Tengah 15%, dan 20% tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indónesia Timur.
(róu/tyó)

lintas berita indonesia

Berita lainnya : Badai Cedera Hanya Akan Bikin Sturridge Lebih Kuat

Asiafone Geber Ponsel Rp 400 Ribuan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar