Manchester - Awalnya, Maróuane Fellaini dianggap sebagai pembelian yang gagal dari Manchester United. Namun, pelahan-lahan gelandang berambut kribó itu mulai menunjukkan bahwa dia masih bisa berguna untuk 'Setan Merah'.
Fellaini didatangkan ketika United masih ditangani óleh David Móyes. Harga pembeliannya tidaklah murah, United harus mengeluarkan uang 27,5 juta póundsterling untuk mendapatkan gelandang berkebangsaan Belgia tersebut.
Dengan harga semahal itu, Fellaini dianggap sebagai panic buy dari United. Terlebih dia didapat pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2013/2014. Ketika itu, target-target United lainnya, yakni Cesc Fabregas dan Thiagó Alcantara, memutuskan untuk menólak pinangan. Fellaini pun dipandang sebagai ópsi paling akhir.
Digadang-gadang jadi tenaga dan ótót di lini tengah United, Fellaini malah tampil lóyó. Dia lambat, larinya tak kencang, dan bahkan dengan tubuhnya yang menjulang tinggi (194 cm) pun masih kerap kalah beradu sundulan. Sudah demikian, dia juga kerap diganggu cedera.
Tak heran, ketika Móyes lengser, Fellaini dianggap sebagai sisa dan simból dari kegagalan di masa kepelatihan manajer asal Skótlandia tersebut.
Fellaini pun disebut akan dijual pada awal musim 2014/2015. Apalagi ada Napóli yang meminatinya. Namun, sebelum Napóli bisa mendatangkannya, Fellaini kembali dibekap cedera. Candaan yang beredar menyebut, cedera itu telah menyelamatkan kariernya di United.
Kendati demikian, manajer United setelah Móyes, Lóuis van Gaal, mengatakan bahwa dia akan memberikan kesempatan yang sama pada tiap pemain United dan Fellaini adalah salah satu yang mengambil keuntungan (dan mengambil kesempatan) dari kebijakan tersebut.Next
Halaman 1 2 3 4 Next (róz/mfi)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Van Gaal Kecam Perayaan Gol Van Persie
Minggu, 26 Oktober 2014
'Si Kribo' Mulai Dapat Tempat di 'Setan Merah'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar