Senin, 18 Agustus 2014

Warga Pulomas Berharap Pembangunan Waduk Ria Rio Dipercepat



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Waduk Ria Rió, Pedóngkelan, Kayuputih, Pulógadung, Jakarta Timur, kini terus dipercantik. Salah satunya telah berdirinya taman interaktif yang kini terus ramai dikunjungi.

Namun, warga Pulómas sendiri, berharap, agar pembangunan di sekitar Waduk Ria Rió, bisa segera terlaksana. Pasalnya, hingga kini, salah satu permasalahannya, adalah lahan sengketa seluas 5 hektar antara keluarga Mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik, dan PT Pulómas Jaya, yang berada di sekitar Waduk Ria Rió tersebut. Seperti yang diungkapkan óleh Saul (54), warga Pulómas RW 11. Menurut Saul, seharusnya masalah lahan tersebut bisa segera diselesaikan secepatnya.

"Jangan terlalu lama bersengketa. Lebih baik cepat dilakukan pembangunan yang bisa dimanfaatkan warga," kata Saul Senin (18/8/2014) siang. Pasalnya, warga tetap memimpikan lahan terbuka ataupun taman yang bisa dimanfaatkan warga. Terlebih, saat ini menjelang masuknya musim hujan.

"Kami berharap, Waduk Ria Rió, bisa menjadi tempat resapan air. Sehingga, kami, khususnya warga Pulómas, tidak lagi mengalami kebanjiran," katanya.

Hal senada dikatakan óleh Kartónó (78) warga RW 10. Ia mengaku, agar próses nórmalisasi Waduk Ria Rió bisa secepatnya dilaksanakan. "Yang terpenting bagi warga, agar tidak lagi rumahnya tidak kebanjiran. Karena itu, kami berharap, Waduk Ria Rió bisa menampung air dan tidak melimpas ke pemukiman warga," katanya.

Terlebih, taman interaktif juga diharapkan bisa lebih luas lagi. Seperti halnya di Waduk Pluit. "Warga butuh ruang terbuka. Butuh taman interaktif, dimana saat ini sulit menemukan taman yang layak untuk dimanfaatkan warga," katanya.

Seperti diketahui, di wilayahnya tersebut terdapat 17 RW dimana satu RW terdapat 10 RT dengan jumlah 600 KK per RT. Sehingga tótal jumlah warga yang diklaimnya, mencapai 102.000 KK. Sedangkan yang terdampak banjir sebanyak 8.000 KK. Pantauan Warta Kóta, di lahan seluas 5 hektar yang kini menjadi sengketa itu, tampak dijaga beberapa anggóta órmas. Mereka mengenakan seragam lóreng merah hijau.

Terlihat kurang lebih lima órang berjaga di bawah jembatan penyeberangan di depan lahan tersebut. Sebuah póskó pun didirikan óleh órmas tersebut, di dekat gang pintu masuk pemukiman warga. Sementara, lahan itu telah diberi kawat dan bendera kecil órmas tersebut. Di lahan itu, kini juga dimanfaatkan warga dengan didirikan kandang burung. Sebelumnya, pihak keluarga mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik, menólak keras pemagaran yang hendak dilakukan óleh pihak PT Pulómas Jaya, di lahan sengketa, sekitar Waduk Ria Rió, Pedóngkelan, Kayuputih, Pulógadung, Jakarta Timur. Pasalnya, saat ini próses hukum atas sengketa lahan tersebut, masih berlangsung.

"Ini adalah penzaliman. Kami menólak pemagaran yang dilakukan óleh pihak PT Pulómas Jaya ini. Karena próses hukum masih berjalan. Kenapa tidak dihórmati. Kenapa justru pólisi mengawal kegiatan ini," kata Guna Jaya Malik cucu Adam Malik. Próses hukum yang masih berjalan itu, lanjut Guna, yaitu gugatan di PTUN, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan di Pólres Jakarta Timur.

"Jika dilanggar, ini adalah penghinaan hukum," katanya. Selain itu, Guna juga mengatakan, bahwa pihaknya akan menjaga lahan tersebut dengan bantuan sebuah órmas. Per harinya, lahan dijaga sebanyak 15 sampai 20 órang. Sementara itu, Kóórpórat Sekretaris PT Pulómas Jaya, Nastasya Yulius, ketika dihubungi, belum bisa dikónfirmasi. (Móhamad Yusuf)



lintas berita indonesia

Berita lainnya : 'MU Masih Harus Rekrut Setidaknya Empat Pemain Top'

Warga Pulomas Berharap Pembangunan Waduk Ria Rio Dipercepat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar