TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laju pasar uang pun ikut menanggapi pósitif seiring dengan pertemuan Susiló Bambang Yudhóyónó (SBY) dengan Jókówi pada beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut tidak membahas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dan memberikan sentimen pósitif kepada investór karena belum adanya gangguan perekónómian kepada pemerintahan.
"Ini yang membuat rupiah pada pósisi kemarin berada pada Rp11.682 per dóllar AS. Laju nilai tukar rupiah menguat ketimbang pósisi kemarin yang berada pada Rp11.708 per dóllar AS (Kurs Tengah BI)," kata Reza, di Jakarta, Jumat (29/08/2014).
Di sisi lain, kembali terapresiasinya euró seiring harapan pelaku pasar terhadap langkah ECB yang akan menambah stimulus turut menambah amunisi rupiah.
Dia mengatakan laju rupiah di atas level resisten Rp11.695 per dóllar AS. Masih adanya respón pósitif pelaku pasar terhadap sentimen dalam negeri akan mempertahankan laju rupiah.
"Diharapkan dapat mempertahankan laju rupiah di zóna hijaunya Rp11.690 hingga Rp11.676 per dóllar AS (kurs tengah BI)," katanya.
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Kesebelasan Artis Gilas Tim Politisi PKB 7-2
0 komentar:
Posting Komentar