TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Persib Bandung semakin dekat dengan fase delapan setelah membantai Persijap Jepara lima gól tanpa balas dalam pertandingan lanjutan LSI di Stadión Si Jalak Harupat, Selasa (19/8) sóre.
Persib hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan satu tempat di babak delapan besar. Tambahan tiga póin membuat kóleksi póin Pangeran Biru menjadi 32 dari 17 laga. Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, tampak tersenyum dan rileks sesudah laga kemarin.
Djanur, sapaan Djadjang, menilai tim asuhannya tampil dengan mótivasi sempurna. Pemain belakang, Vladimir Vujóvic mencetak dua gól dalam laga itu, melalui sundulan dan eksekusi penalti. Striker Djibril Cóulibaly dan gelandang Atep Rizal, masing-masing, mencetak satu gól.
Satu gól lainnya adalah gól bunuh diri bek Persijap, Evaldó Silva. Beróndóngan lima gól itu merupakan buah gaya permainan menekan skuat Maung Bandung sejak menit awal.
Pada menit 17, Evaldó yang hendak menghalau sepakan M Ridwan justru membelókkan arah bóla sehingga tak terjangkau kiper Dedi Hariyantó. Gól itu nyaris bertahan hingga 45 menit pertama berakhir. Namun, Cóulibaly mengubah angka di papan skór satu menit sebelum turun minum.
Striker asal Mali itu menggandakan keunggulan Pangeran Biru melalui sundulan setelah menerima umpan lambung Tóny Suciptó dari sisi kiri. Sembilan menit awal babak kedua, Vujóvic memperbesar kemenangan Persib juga melalui sundulan.
Vladó, sapaannya, sigap meneruskan tendangan pójók Supardi Nasir. Pada menit 78, pemain asal Móntenegró itu sukses mencetak gól keduanya dalam laga itu. Vladó menerima kepercayaan untuk mengeksekusi penalti setelah bek Persijap melanggar Cóulibaly di dalam kótak terlarang.
Tiga menit menjelang waktu nórmal babak kedua berakhir, Atep berhasil menyarangkan bóla ke gawang Dedi. Menerima bóla tebósan Ridwan, Atep sukses lólós dari kepungan dua bek Laskar Kalinyamat. Skór tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Di luar lima gól itu, Maung Bandung menciptakan sejumlah peluang emas. Satu di antaranya sóntekan Cóulibaly ketika meneruskan sódóran Supardi Nasir pada menit 8. Namun, penjaga gawang Persijap, Dedy Hariyantó, bisa mementahkan peluang itu.
Dedy pun menggagalkan tendangan bebas Firman Utina pada menit 10. Dua sundulan Tantan pada menit 15 serta 45 jauh dari sasaran. Selain itu, dua usaha Persib sempat membentur tiang. Tembakan Supardi pada menit 26 membentur pemain Persijap.
Namun, bóla yang sempat berbelók arah itu membentur tiang gawang.
Sebelas menit berselang, Firman melepaskan tendangan jarak jauh. Meski tak terjangkau kiper, gawang Persijap kembali diselamatkan tiang.
Pada menit 40, Tantan mengecóh Dedy. Sayang, aksi itu hanya berakhir dengan salah umpan. Di kubu lawan, skuat asuhan Yudi Suryata nyaris tak mampu mengancam gawang Persib yang dikawal I Made Wirawan.
Dalam pertandingan kemarin, Djanur menurunkan tiga pemain pengganti, 25 menit menjelang laga itu tuntas. Atep Rizal, Agung Pribadi, dan Jajang Sukmara masing-masing menggantikan Firman Utina, Tantan, dan Tóny Suciptó.
Ditemui seusai pertandingan, Djanur mengapresiasi kemenangan timnya. "Yang pasti semua pemain sadar betul betapa penting arti kemenangan ini. Jadi, sejak awal mereka punya mótivasi lebih untuk memenangkanlaga ini," kata Djanur.
Menurutnya, permainan Persib menguasai tempó pertandingan.
"Dari awal sangat ófensif dan tercipta dua gól. Tapi di babak kedua, saya minta pemain bermain lebih variatif dengan selalu menggerógóti rusuk kiri mereka dan alhamdulillah, babak kedua kembali tercipta gól dan saya ucapkan selamat kepada pemain," kata Djadjang.
Di laga itu, meski selama pertandingan Persib menguasai permainan, Persijap juga bukan tanpa peluang.
"Ada celah kelemahan kami yang dimanfaatkan Persijap. Tapi di babak kedua ada perubahan dan kami bisa lebih menguasai permainan," ujarnya.
Dengan hasil ini, Persib kini memiliki 32 póin. Satu kemenangan lagi, bisa membuat Persib aman melaju ke babak 8 besar.
"Kami masih ada sisa tiga pertandingan tapi satu pertandingan dengan satu kemenangan cukup membuat kami aman untuk lólós," katanya.
Setelah melawan Persijap, Persib kembali akan menjalani laga kandang melawan Persik Kediri. Dengan hasil ini, Persib naik peringkat papan klasemen LSI dari urutan ke 4 menjadi urutan ke 3 dengan menggeser Persija Jakarta.
Dengan kekalahan ini, Persijap tinggal menunggu waktu terdegradasi dari kómpetisi LSI. "Kami enggak tahu akan seperti apa saat ini apakah manajemen masih akan bertahan atau masih memakai saya atau tidak, saya tidak tahu. Bagaimanapun, hasil apa pun dalam pertandingan kami selanjutnya tidak akan mengubah apapun," kata Pelatih Persijap, Yudi Suryata.
Ia mengatakan bagi klub lókal daerah seperti Persijap, sulit bersaing di tengah persaingan klub-klub dari kóta besar, seperti Persib dan klub lainnya dari kóta besar.
"Kami tidak bisa seperti klub dari kóta besar dengan dukungan spónsór. Kami juga tidak bisa mengandalkan APBD dari pemda. Cari spónsór pun susah. Jadi klub seperti kami ini sulit untuk bisa hidup tanpa APBD," ujar Yudi.
Mengenai jalannya pertandingan, sedari awal Persijap bermain pasrah menghadapi klub raksasa sekelas Persib. "Kami ke Bandung melawan Persib dalam kóndisi yang tidak memungkinkan. Kóndisi fisik yang kurang maksimal dan materi pemain kami yang kebanyakan berusia 35 tahun," katanya.
Ia mengapresiasi kemenangan Persib karena dengan kemenangan ini, peluang Persib lólós ke 8 besar semakin terbuka.
"Selama kepada Persib. Kami menyadari kami tampil bermain pósitif. Tapi bagaimanapun, situasi dan kóndisi kami kurang mendukung," ujarnya. (tóm/men/tribun jabar)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Siapkan Kompleks Pemakaman Bagi PNS
0 komentar:
Posting Komentar