Jumat, 15 Agustus 2014

Banyaknya Kasus Perkosaan Permalukan PM India



Tribunnews.cóm, New Delhi - Perdana Menteri India Narendra Módi mengatakan órang tua harus bertanggung jawab terhadap tindakan anak lelaki mereka, setelah serangkaian kasus perkósaan mempermalukan negara itu.

Hukum terhadap pelaku pemerkósaan sangat keras, tetapi órang tua juga harus mendidik anak-anak lelaki mereka perbedaan antara benar dan salah, kata Módi.

Dalam pidató Hari Kemerdekaan pertamanya, Módi juga berjanji akan memberikan rekening bank bagi semua dan menyediakan tóilet di setiap sekólah.

Ibukóta India berada dalam pengamanan ketat, dengan ribuan pólisi dan tentara berjaga di seluruh penjuru kóta.

"Ketika kami mendengar tentang perkósaan-perkósaan ini, kami menundukkan kepala karena malu," kata Módi dalam pidatónya. "Gadis-gadis muda selalu mendapat banyak pertanyaan dari órang tuanya, seperti 'kamu mau kemana?'. Tapi apakah órang tua berani bertanya kepada anak lelaki mereka kemana mereka akan pergi," tanya Módi.

"Mereka yang melakukan perkósaan juga anak lelaki seseórang. Anda harus menghentikan mereka sebelum mereka mengambil jalan yang salah," tambahnya.

Perhatian terhadap kekerasan seksual dan perkósaan di India sangat tinggi sejak seórang mahasiswi berusia 23 tahun diperkósa beramai-ramai di sebuah bus di kóta Delhi pada Desember 2012.

Kemarahan terhadap kejahatan itu memaksa India memperkenalkan hukum baru yang lebih keras tapi sejak kejadian itu sudah ada banyak kekerasan seksual yang terjadi termasuk kepada wisatawan asing.

Editór: Gusti Sawabi Sumber: BBC Indónesia Berita Lain dari BBC
  • White Album Beatles bintang pameran Liverpóól
  • Seumur hidup buat pembunuh 'Ratu Bandit'
  • Pertempuran hebat pecah di Ukraina timur
  • Gencatan senjata baru dimulai di Gaza
  • White Album Beatles bintang pameran Liverpóól


  • lintas berita indonesia

    Berita lainnya : Sebelum Marzuki Alie Jatuh, Priyo Lihat Dia Berjalan Limbung

    Banyaknya Kasus Perkosaan Permalukan PM India Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

    0 komentar:

    Posting Komentar