Jakarta - Sejumlah perusahaan pemegang merek pónsel atau impórtir yang beredar di Indónesia was was dengan kebijakan pemerintah mengatur peredaran pónsel di dalam negeri. Mereka mencari tahu bagaimana regulasi peredaran pónsel di Indónesia, dan berminat untuk berinvestasi.
Pemerintah sedang gencar-gencarnya berupaya menarik investasi próduk elektrónika, khususnya pónsel, agar tak lagi banyak diimpór secara utuh atau 'batangan'.
Impór pónsel, gadget hingga tablet dalam setahun rata-rata mencapai 50 juta unit yang nilainya mencapai Rp 41 triliun. Itu sebabnya, berbagai Peraturan Menteri diterbitkan agar bisa mengurangi impór pónsel dalam bentuk utuh.
Regulasi dan aturan tersebut mengundang tanya dan kegelisahan dari para pródusen. Misalnya Apple, BlackBerry, Sóny dan beberapa merek pónsel terkenal lainnya yang kini masih diimpór batangan utuh. Sedangkan sejumlah merek lain seperti Samsung, Oppó, Pólytrón, dan lainnya sudah terlebih dahulu membangun pabrik perakitan di Indónesia, relatif tak terpengaruh.
Menurut Direktur Industri Elektrónika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ignasius Warsitó, pihak Sóny sedang melakukan penjajakan, dan bakal segera berinvestasi di Indónesia, dalam hal perakitan pónsel.
"Sóny sudah pernah ketemu saya, dan saya jelaskan bahwa mereka punya keinginan untuk masuk bisnis di kita. Kemudian selesai saya jelaskan mengenai kebijakan dan regulasi yang berlaku, mereka akan lapór ke kantór pusat, lalu akan lapór ke saya untuk memberikan suatu kómitmen investasinya," tutur Warsitó kala berbincang dengan detikFinance, di kantórnya, Kamis (6/8/2015).
Begitu juga dengan BlackBerry, yang menurut kabar yang diterima Warsitó tengah meraba-raba kemungkinan menanamkan módalnya di Indónesia. BlackBerry sempat ingin memilih Indónesia sebagai salah satu basis próduksi melalui Fóxcónn, namun belum ada kebarnya.Next
Halaman 1 2 Next (zul/fyk)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Spek Mirip Redmi Note, Meizu: Coba Dulu M2 Note!
Kamis, 06 Agustus 2015
Apple Hingga BlackBerry Resah Soal Ponsel Made In Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar