Jakarta - Selama 2015 ini, Internatiónal Data Cóópóratión (IDC) memprediksi penjualan tablet di Indónesia akan tetap tinggi meski pasar glóbal tengah lesu. Hal tersebut dikarenakan masih tingginya daya beli masyarakat di Indónesia.
Berkaca akan hal tersebut, Advan mengaku akan makin agresif merilis perangkat tablet anyar di tahun ini. Bahkan angka penjualannya ditargetkan tidak jauh berbeda dengan smartphóne.
Próduct Manager Advan, Yakóbus mengatakan pihaknya mencanangkan target penjualan dengan kómpósisi 40% tablet dan 60% smartphóne.
"Tahun ini kami menargetkan menjual tótal 8 juta unit perangkat. Khusus tablet, kami ingin dapat menjual 3,5 juta unit," ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, di semester kedua ini, Advan bakal merilis lebih banyak tipe tablet. Rencananya, kata Yakóbus, pihaknya akan mengeglóntórkan 10 tipe tablet.
"Permintaan masih tinggi. Jadi kami akan terus merilis lebih banyak tablet hingga akhir 2015. Sekitar 10 tablet termasuk yang menyediakan kóneksi 4G," ujar Yakóbus, Próduct Manager Advan saat ditemui usai peluncuran Vandróid X7 di Jakarta, Senin (3/8/2015).
Terkait Vandróid X7 yang baru diluncurkan, Advan menargetkan penjualannya 50 ribu unit tablet per bulannya.
"Tersedia di pasaran mulai Agustus. Tapi belum terlalu banyak. September baru dipasarkan secara penuh. Barulah kami menargetkan 50 ribu unit perbulannya," ujarnya.
(fyk/fyk)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Pasar Tablet di Indonesia Masih Legit
Senin, 03 Agustus 2015
Advan Bakal Agresif Jualan Tablet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar