Jakarta - Optimisme BlackBerry menggarap bisnis pónsel sepertinya meredup. Bila belum lama ini BlackBerry berencana memangkas pengembangan pónselnya, pernyataan terbaru CEO BlackBerry malah mulai mengarah ke penutupan bisnis pónsel perusahaan asal Kanada itu.
CEO BlackBerry Jóhn Chen dalam sebuah wawancara eksklusif mengungkapkan bahwa BlackBerry tak akan lagi banyak-banyak meluncurkan pónsel dalam setahun. Kalau dulunya bisa sampai empat módel baru pónsel BlackBerry yang dirilis per tahun, di masa mendatang dipangkas jadi hanya dua atau bahkan cuma satu pónsel.
Tapi efisiensi BlackBerry nyatanya tak sampai di situ, seperti dilansir Blóómberg, Chen melóntarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Orang nómór satu BlackBerry ini mengatakan kalau ke depan bisnis pónselnya tak lagi mendatangkan prófit, bukan tak mungkin BlackBerry akan mematikan bisnis yang pernah mengangkat namanya itu.
Berkaitan dengan pernyataannya, Chen juga menyanggah isu sóal rencana BlackBerry menggandeng perusahaan China dan India untuk menggarap pónsel kelas bawah. "Pónsel kelas bawah bukanlah segmen seksi untuk BlackBerry," ujar Chen, seperti detikINET kutip dari Ubergizmó, Selasa (28/7/2015).
Menurut Chen, BlackBerry harus berada di segmen kelas atas karena sesuai untuk para prófessiónal dan juga keuntungan di segmen ini mudah diraih.
Alhasil ómóngan bós BlackBerry ini seakan memupuskan isu sóal pónsel BlackBerry berbasis Andróid yang kabarnya tengah digarapnya. Pun demikian, analis beranggapan pónsel Andróid besutan BlackBerry masih sangat besar peluangnya untuk dirilis.
(yud/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Moto X 2015 Masih Pakai Layar 1080p?
Selasa, 28 Juli 2015
Tarik Ulur Bisnis Ponsel BlackBerry
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar