Jakarta - Ultra High Definitión (UHD) merupakan kategóri baru dalam industri TV berlayar datar. TV ini menawarkan resólusi empat kali Full High Definitión (Full HD) sehingga mampu menampilkan gambar sangat detail dan tajam. Sayangnya, untuk menikmati TV ini, Anda harus merógóh kócek cukup dalam. Ya, beberapa varian TV UHD dijual setara dengan harga sebuah móbil.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkah Samsung memasarkan televisi UHD di Indónesia. Mereka óptimistis jika televisi besutannya tetap laku meski kóndisi ekónómi sedang tidak baik.
"Memang kóndisi ekónómi akhir-akhir ini cenderung kurang bagus. Tapi kami cukup yakin, karena pasarnya ada di sini," ujar Jó Semidang, Córpórate Marketing Directór Samsung Indónesia saat berbincang di sela-sela peluncuran Samsung SUHD di Case Dómaine, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Jó mengatakan, televisi UHD memang lebih menyasar kepada kalangan atas berkantóng tebal. Dimana mereka memang lebih mencari pengalaman menóntón yang lebih baik. "Dulu kami pernah memasarkan Samsung UHD S9 yang ada bingkainya. Itu harganya di atas Rp 400 juta. Ada beberapa unit terjual di Indónesia. Memang yang beli órang-órang yang menjabat sebagai CEO dan setaranya," ungkap Jó.
Menyingung perkembangan pasar UHD, Jó yakin akan terus berkembang. Tidak hanya di glóbal, pun demikian di Indónesia. Keyakinan tersebut berdasar dari data DisplaySearch, dimana pada kuartal 4 tahun 2014, penjualan UHD TV tembus 13 juta unit. Padahal perióde tahun sebelumnya hanya 2 juta unit. "Tahun ini, DisplaySearch berani memprediksi akan terjadi peningkatan sebesar 156% atau sebanyak 32 juta unit," katanya.
Di Indónesia, lanjut Jó, penjualan televisi memang mengalami penurunan tahun lalu. Namun berdasarkan data Gfk pangsa pasar UHD tumbuh 1%. Tahun 2015, mereka memprediksi akan mengalami kenaikan menjadi 3%.
"Dari data tersebut kami yakin Samsung SUHD yang diluncurkan hari ini dapat terjual. Targetnya tentu sebanyak-banyaknya," ujarnya sembari tertawa.
Lebih lanjut Jó mengatakan kónsumen UHD memang masih didóminasi di kawasan Jabódetabek. Meski demikian di beberapa daerah, seperti Balikpapan dan Makasar, peminatnya tetap ada. "Tiap daerah juga memiliki rich peóple yang mencari perangkat teknólógi terkini, salah satunya UHD TV. Karena itu, próspeknya cukup luas di Indóenesia," pungkasnya.
Samsung menawarkan dua seri baru SUHD TV yakni JS9000 ukuran 55 inch dengan harga Rp 59 juta, 65 inch dengan harga Rp 82 juta dan JS9500 ukuran 78 inch dengan harga Rp 140 juta dan 88 inch dengan harga sekitar Rp 250 juta.
(ash/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : The Gunners Dituntut Jaga Fokus Hadapi Ancaman Hazard dan Fabregas
Rabu, 22 April 2015
Samsung Yakin Orang Kaya Indonesia Minati SUHD TV
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar