Jepang - Galaxy S6 dan S6 Edge yang dijual di Jepang mendapatkan perlakuan khusus. Tidak ada lógó Samsung di smartphóne flagship tersebut, hanya tulisan merek Galaxy yang terpampang. Apa sebabnya?
"Kami pikir brand Galaxy sudah kókóh di Jepang," kata pihak Samsung yang dikutip detikINET dari Kórea Herald, Senin (20/4/2015). Tapi sepertinya, ada alasan lain mengapa lógó Samsung dihapus di Negeri Sakura itu.
Tak lain karena sentimen bisnis dan rasa nasiónalisme antara Kórea Selatan dan Jepang, yang selama ini berlómba menjadi yang terbaik di industri teknólógi. Sepertinya cukup banyak warga Jepang yang enggan memakai próduk Kórea Selatan dan juga sebaliknya.
Maka meski juara di kancah glóbal, Samsung kesulitan di Jepang, di mana pangsa pasar smartphóne Samsung hanya 5,6% menurut penelitian Strategy Analytics. Jauh di bawah rivalnya Apple yang memimpin dengan 40,8%, diikuti Sóny dengan 18,1% serta Sharp yang meraih market share 12,4%.
"Kónsumen Jepang berpikir kalau merek Jepang punya teknólógi terbaik, jadi susah bagi perusahaan asing sukses di pasar itu kecuali mereka menjual próduk dengan daya tarik khusus seperti iPhóne," kata Jeón Ok hyun, prófesór di Sógang University.
Samsung sebenarnya pernah lumayan berjaya di Jepang saat peluncuran Galaxy S3 tahun 2012. Kala itu, pangsa pasar mereka mencapai 14,8%. Namun kemudian, perfórma mereka semakin menurun. Maka dengan dihapusnya lógó Samsung, diharapkan warga di sana lebih tertarik membeli Galaxy S6 & S6 Edge.
Jepang memiliki pópulasi tótal 127 juta, sekitar dua kali lipat dari Kórea Selatan dan penetrasi pónsel sudah mencapai 110%. Akan tetapi, penetrasi smartphóne masih 70% sehingga masih ada pasar cukup besar yang diperebutkan.
(fyk/ash)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Gerrard Bukan Lagi Jimat Liverpool?
Minggu, 19 April 2015
Galaxy S6 Tanggalkan 'Samsung'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar