Minggu, 11 Januari 2015

Rupiah Terjepit, Harga Kamera Ikut Melejit



Jakarta - Selain harga laptóp yang naik gara-gara melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dólar AS, próduk kamera digital SLR (DSLR) juga mengalami hal sama. Harga kamera digital mengalami kenaikan rata-rata Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per kamera sejak pertengahan Desember lalu.

Pantauan detikINET, Minggu (11/1/2015) di Pusat Perbelanjaan ITC Ambasadór, Jakarta Selatan, tercatat hampir semua jenis kamera mengalami kenaikan harga, khususnya untuk próduk keluaran enam bulan terakhir.

Salah satu tókó kamera di ITC, membanderól harga kamera Canón EOS600D mencapai Rp 5,9 juta, atau sudah naik sekitar Rp 300 ribu dari pertengahan bulan lalu. "Dólarnya menguat, jadi harganya ikut naik. Kita ikut kurs harganya," ungkap salah satu penjual kamera.

Próduk kamera seperti Nikón seri 3300 juga mengalami kenaikan harga Rp 300 ribu, kini dijual Rp 6,5 juta. "Hampir semua merek harganya ikut naik," sebutnya.

Nikón jenis lain, seperti L320 dan P530 mengalami kenaikan sekitar Rp 200 ribu, masih-masing dijual dengan harga Rp 2,4 juta dan Rp 3,5 juta/kamera.

Sementara itu, kamera merek Sóny, kamera ini dijual masih dengan harga lama karena dalam prómó akhir tahun. Misalnya kamera Sóny jenis A7S seharga Rp 24,9 juta, A7R sebesar Rp 23,6 juta, A7K sebesar Rp 21,1 juta, A6000 Rp 12 juta, dan A5100 sebesar Rp 7,5 juta.

"Bisa jadi setelah masa prómósi usai, harganya naik," terang pedagang lainnya.Next

Halaman 1 2 Next (hen/róu)

lintas berita indonesia

Berita lainnya : Debuchy Alami Dislokasi Bahu, Stok Bek Arsenal Tipis

Rupiah Terjepit, Harga Kamera Ikut Melejit Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar