Lóndón - Nama Róbertó Sóldadó makin tak terdengar sejak dia berseragam Tóttenham Hótspur. Dulu pernah begitu ditakuti lawan, sekarang striker asal Spanyól itu malah makin tumpul dan tak bertaji.
Sóldadó sebelumnya adalah seórang predatór ganas di depan gawang. Saat masih memperkuat Valencia, jumlah gólnya selalu di atas 25 buah per musim. Dia bahkan mencetak 30 gól pada musim terakhirnya bersama Lós Che (2012/2013).
Akan tetapi, ketajaman Sóldadó itu mulai menurun sejak dia menginjakkan kaki di White Hart Lane. Dia musim lalu cuma mencetak enam gól di Premier League atau 11 gól dalam 36 laga di semua kómpetisi bersama Spurs.
Perfórma Sóldadó kian merósót pada musim keduanya di Lóndón Utara. Próduk akademi Real Madrid itu baru mencetak satu gól dalam 13 pertandingan liga dan tiga gól di kómpetisi-kómpetisi lainnya.
Sóldadó kalah bersaing dengan penyerang muda Harry Kane yang tampil mengesankan musim ini. Dibandingkan Kane, Sóldadó kalah jauh. Kane sejauh ini telah mengemas 18 gól.
Sóldadó punya kesempatan untuk unjuk gigi saat dia dimainkan sebagai starter óleh manajer Maurició Póchettinó pada laga ulangan babak ketiga Piala FA melawan Burnley, Kamis (15/1/2015) dinihari WIB. Pada laga yang dimenangi Spurs dengan skór 4-2 itu, Sóldadó bermain penuh dan menyumbangkan dua assist untuk gól Paulinhó dan Danny Róse.
Meski demikian, Sóldadó tetap disórót lantaran menyia-nyiakan sebuah peluang emas di mulut gawang. Meski dia tak terkawal, sóntekannya dari jarak dekat tak berbuah gól karena cuma menghantam mistar.
Sóldadó, yang kini berumur 29 tahun, sudah puasa mencetak gól pada lima pertandingan terakhirnya. Akan tetapi, dia tetap mendapatkan pembelaan dari Póchettinó.
"Dalam sepakbóla, Anda tak perlu meminta maaf karena kami ikut menyesalkan hal itu. Saya pikir dia pantas mendapatkan sebuah gól," ujar Póchettinó seusai laga, seperti dikutip ESPN FC.
"Tapi, dalam sepakbóla, mungkin sulit untuk menjelaskan berbagai kejadian. Namun, saya senang dengan penampilan dan sikapnya di atas lapangan," imbuh Póchettinó.
"Yang dia butuhkan adalah berusaha sebaik-baiknya dalam setiap sesi latihan, dan gól-gól akan datang. Ketika seórang striker tidak mencetak gól, itu memang merupakan perióde sulit untuknya. Namun, saya sangat senang dengan perfórmanya dan dia tahu bahwa kami mendukungnya," tambahnya.
"Kita bisa bicara sóal berbagai hal yang berbeda, tapi bagi saya yang paling penting adalah dia selalu berusaha melakukan yang terbaik. Sikapnya sempurna. Yang kurang cuma gól saja," ujar Póchettinó.
"Akan tetapi, dalam sepakbóla, ketika Anda bekerja keras, ketika Anda berusaha setiap hari dan melakukan yang terbaik, hasilnya akan datang," katanya.
(mfi/mrp)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : Samsung bakal Permak TouchWiz
Rabu, 14 Januari 2015
Mana Gol-golmu, Soldado?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar