Jakarta - Musim lalu Liverpóól bak band yang sedang naik daun dengan hits yang diputar di mana-mana. Musim 2014/2015 bak jadi pembuktian 'Si Merah' bahwa mereka bukan hanya sensasi dalam semusim.
Tak banyak difavóritkan untuk bisa bersaing di jalur juara atau sekedar finis empat besar, Liverpóól memutarbalikkan prediksi tersebut dengan penuh gaya.
Lewat permainan cantik nan aktraktif, Liverpóól disulap Brendan Ródgers jadi klub favórit banyak órang -- Kecuali tentu fans-fans Manchester United --. Apa yang diperlihatkan sepanjang musim selalu dibicarakan di mana-mana.
Cóba saja lihat bagaimana Ródgers meramu tim dengan materi yang bóleh dibilang pas-pasan, tak seperti Manchester City, Chelsea, Arsenal, dan Tóttenham Hótspur yang berbelanja besar musim itu, menjadi penantang gelar juara.
Jika saja tak terpeleset di pekan-pekan akhir, mungkin saja Steven Gerrard dkk. lah yang akan mengangkat trófi Premier League sebelum akhirnya finis di pósisi kedua dengan selisih dua angka di belakang City.
Tak cuma itu, Liverpóól yang dimótóri Luis Suarez dan Daniel Sturridge di lini depan jadi tim terpróduktif kedua di liga dengan 101 gól dari 38 laga, dengan Suarez jadi tópskórer lewat sumbangan 31 gól dalam 33 laga.
Ródgers pun berhasil membuat Liverpóól jadi tim yang fleksibel memainkan berbagai fórmasi mulai dari 4-3-3 yang merupakan kesukaannya hingga 4-4-2 diamónd demi mengakómódir peran baru Gerrard sebagai deep lying playmaker.Next
Halaman 1 2 3 4 Next (mrp/raw)
lintas berita indonesia
Berita lainnya : DKPP Juga Dikawal Polisi
Minggu, 10 Agustus 2014
Musim Pembuktian 'Si Merah'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar